BoP ataupun langkah-langkah diplomasi global yang dilakukan Presiden adalah langkah-langkah untuk memaksimalkan peran kita
Jakarta (KABARIN) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace dilakukan untuk memperkuat upaya membantu rakyat Palestina.
Menurut Muhaimin langkah tersebut menjadi bagian dari strategi diplomasi agar bantuan kemanusiaan yang dikirim ke Gaza bisa benar benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
"BoP ataupun langkah-langkah diplomasi global yang dilakukan Presiden adalah langkah-langkah untuk memaksimalkan peran kita. Kalau bantuan kepada Gaza itu banyak terpotong atau terhambat, harus cari pintu-pintu untuk mendorong bantuan-bantuan itu bisa tepat sasaran dan bisa masuk. Tidak hanya mengandalkan bantuan yang diterjunkan dari pesawat, tapi bisa lebih leluasa untuk masuk ke Gaza," kata Menko PM Muhaimin Iskandar di Jakarta.
Ia menjelaskan berbagai langkah diplomasi yang dilakukan pemerintah juga berkaitan dengan upaya memperjuangkan kepentingan Palestina di tingkat internasional. Termasuk kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya agenda pertemuan dengan berbagai pemimpin dunia membuka peluang lebih luas agar bantuan dari Indonesia dapat masuk ke Gaza tanpa banyak hambatan.
"BOP, (pertemuan) bilateral, multilateral, kunjungan Presiden ke berbagai negara, pulang dari New York, mampir ke berbagai negara adalah (untuk) membuka pintu seluas-luasnya untuk bantuan kita masuk ke Gaza dan Palestina pada umumnya. Karena ada indikasi bantuan yang kita bawa itu tidak sampai 30 persen yang sampai, yang lain terhambat," kata Menko Muhaimin Iskandar.
Selain berkaitan dengan isu kemanusiaan, ia juga menyebut keikutsertaan Indonesia di forum tersebut berkaitan dengan kepentingan ekonomi nasional. Pemerintah ingin memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah dinamika global.
"Untuk menjaga kekuatan ekonomi nasional. Nomor satu adalah kepentingan nasional, sehingga industri kita tetap jalan, ekspor kita ke Amerika tetap surplus," kata Menko Muhaimin Iskandar.
Muhaimin juga mengajak masyarakat untuk tidak terlalu memperdebatkan keputusan Indonesia bergabung dalam forum internasional tersebut. Ia menilai setiap langkah diplomasi yang diambil pemerintah memiliki tujuan strategis yang tidak selalu bisa dijelaskan secara terbuka.
"Sehingga jangan meributkan hal-hal yang strategis, karena itu semua ada tujuannya. Di dalam tujuan pelaksanaan diplomasi itu, karena tidak semua hal bisa disampaikan oleh Presiden. Tapi yang ingin saya sampaikan adalah agar produksi industri kita aman, agar kepentingan ekonomi nasional kita aman, agar kita bisa tetap membantu Gaza dan Palestina dengan lebih banyak lagi. Itulah yang kita lakukan," kata Menko Muhaimin Iskandar.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026